Menurut
KBBI politik merupakan pengetahuan mengenai ketatanegaraan atau kenegaraan
seperti sistem pemerintahan dan dasar pemerintahan. Bau-bau politik sudah mulai
tercium pada awal tahun 2018 ini sampai tahun 2019 mendatang. Banyak
partai-partai yang melakukan kampanye sebagai suatu media untuk mempromosikan
calon pemimpin yang mereka munculkan, namun anehnya mengapa politik selalu dinilai
negatif oleh masyarakat?.
Pada
dasarnya banyak masyarakat yang sudah mengetahui sifat dari seorang politikus.
Banyak hal yang sangat baik sebagai tuntuntan pekerkerjaan seorang politikus,
namun tak sedikit pula yang menyeleweng dari pekerjaannya, seperti korupsi,
kolusi, dan nepotisme yang sudah mendarah daging pada pimpinan yang mewakili
masyarakat di Indonesia ini.
Banyak
celetusan-celetusan yang keluar dari para aktivis muda yang peduli pada negeri
ini seperti “kalau gak janji gak menang”, “Indonesia tanah air siapa? Tanah
kusewa, air kubeli” dan masih banyak lagi sindiran-sindiran yang selalu
ditujukan kepada para politikus di tanah air ini, sehingga banyak aksi-aksi
yang selalu berhubungan dengan politik yang tidak jarang selalu berujung pada
kericuhan, seperti selogan “satu ons aksi lebih berharga dari pada satu ton
teori”. Namun mengapa masyarakat selalu saja memandang politik dari segi
negatifnya saja? Apakah tidak ada hal positif pada politik? Lantas siapa yang
salah? Masyarakat yang kurang mengetahui, atau politik yang sifatnya memang
seperti itu? Nah mari kita bahas satu persatu.
Sebenarnya
banyak masyarakat yang mengerti namun belum sepenuhnya mengerti kepada politik,
seperti yang sudah saya kemukakan diatas bahwa masyarakat lebih mengetahui sifat-sifat
buruk politik dari pada sifat-sifat yang baiknya, karena pada dasarnya
keburukan selalu lebih mencolok dibandingkan dengan kebaikan sebanyak
apapun. Hal ini menjadikan banyak
masyarakat yang membenci politik termasuk istilah-istilah didalamnya, yang
disebabkan karena adanya rasa muak akan perilaku aktor politik bangsa dan
berbagai macam kasus korupsi yang semakin menjadi.
Politik
merupakan sebuah disiplin ilmu pengetahuan yang dipelajari di berbagai negara,
itu sebabnya mengapa adanya jurusan di universitas yang berfokus pada ilmu
politik. Adanya suatu organisasi yang mempelajari politik merupakan kegiatan
yang positif, karena untuk menghindari pemahaman-pemahaman yang kurang baik
pada masyarakat mengenai politik, seperti ada peroses jual-beli dengan untung
besar disebut politik, ada camat korupsi uang khas disebut politik, dan hal-hal
yang lainnya. Padahal sudah jelas bahwa politik merupakan kegiatan yang
dilakukan untuk merumuskan tujuan, pelaksanaan, sampai terciptanya suatu tujuan
untuk mensejahterakan masyarakat. Jadi kegiatan-kegiatan yang saya sebutkan
diatas tadi bukan termasuk kedalam politik, namun termasuk kedalam tindakan
kriminal atau suatu strategi agar membuat dirinya untung.
Jadi
apa yang salah pada pemahaman masyarakat kita? Jelas saja tidak ada yang salah,
karena seperti yang sudah kita ketahui bahwa calon-calon pemimpin selalu
mengobral janji-janji yang membuat masyarakat itu tergoda, bahkan tidak sedikit
masyarakat yang tergoda karena adanya sogokan dari segelincir orang-orang yang
mendukung suatu calon pemimpin tersebut yang bertujuan untuk menambah
pendukungnya dan menjadi juara pada pemilihan pemimpin tersebut.
Jika
kita lihat dari kutipan paragraf yang saya paparkan diatas maka kita bisa
melihat sisi mana yang salah, pemahaman masyarakat yang kurang baik terhadap
calon pimpinannya juga merupakan suatu masalah utama bobroknya politik di
negeri kita, ditambah adanya sogokan dan janji-janji yang tak kunjung ditepati
oleh pemimpin yang terpilih semakin menambah pandangan-pandangan negatif
terhadap politik, padahal yang salah bukan hanya dari penguasa saja, melainkan kita sebagai masyarakat yang
memilih penguasa atau pemimpin tersebut. Tak jarang pandangan masyarakat yang
hedonim membuat para calon pemimpin
semakin mudah memenangkan hati para msayarakat tanpa melihat ilmu dan
pengalaman calon pemimpin tersebut. Maka dari itu semua permasalahan di negeri
ini tidak mutlak dari pemerintah, melainkan kesalahan yang diawali oleh
masyarakat itu sendiri.
Dengan
adanya hal tersebut membuat pejabat-pejabat yang terpilih menjadi
sewenang-wenang, karena awalnya sudah menggunakan cara yang kurang baik pasti
akhirnya juga menggunakan cara yang kurang baik juga. Memang semua ini tidak
terlepas dari persoalan kehidupan dan kebutuhan setiap masyarakat yang memilih
jalan keluar dengan menerima sogokan dari setiap partai yang mengajukan calon
pemimpinnya. Meski relatif kotor, kita semua masih memerlukan proses politik,
dan politik memang tidak bisa dipisahkan dari permasalahan kehidupan. Sama
halnya sebuah rumah perlu kamar kecil, apalagi dalam sebuah kelompok yang
memiliki berbagai kelompok dan kepentingan. Sejarah membuktikan bahwa proses
politik merupakan hal yang sangat penting untuk membicarakan perbedaan, mencari
persamaan, dan menyusun tujuan bersama.
Jadi
dapat kita pamahi bersama bahwa politik dalam kehidupan bernegara dan
bermasyarakat tidak dapat dipisahkan satu sama lain, hanya saja kita sebagi
masyarakat harus bisa memilah dan memilih calon-calon pemimpin yang baik, bukan
hanya karena banyak kekayaannya, tetapi juga harus banyak ilmunya serta baik
perilakunya. Kita sebagai masyarakat juga tidak harus membenci politik untuk
menghindari politik itu sendiri, tetapi kita harus mempelajari politik tersebut
agar tidak terjadi salah kaprah terhadap pemahaman dan cara berpolitik. Karena
politik yang baik itu muncul dari masyarakat yang mengerti dan sadar untuk
menjadi bagian dari politik itu sendiri.
-HENDRIANA-
-HENDRIANA-
MENDALAMI POLITIK
Reviewed by Unknown
on
March 05, 2018
Rating:
No comments: