Pada zaman sekarang setiap orang saling bersaing dan berkompetisi
mencari pekerjaan atau profesi dengan bidang yang berbeda-beda, hal itu terjadi
karena tuntutan kebutuhan ekonomi masyarakat untuk memenuhi kehidupan
sehari-hari. Dalam dunia pekerjaan juga dituntut mempunyai sikap loyalitas dan
bersedia mematuhi ketentuan yang telah ditentukan, baik itu loyalitas terhadap
perusahaan, pekerjaan atau loyalitas terhadap visi, misi perusahaan sehingga
dapat mencapai tujuan yang diharapkan perusahaan. Ketika
memilih profesi tentu harus sesuai dengan skill atau kemampuan yang
dimiliki seseorang. Sehingga dapat menjalankan job desk atau pekerjaan
sesuai dengan bidang yang digeluti.
Gender
atau jenis kelamin seseorang tidak menjadi penghalang dalam memilih profesi
yang diinginkan, karena stereotif atau tanggapan pemikiran masyarakat zaman
dahulu dengan sekarang sudah memiliki perbedaan, jika dahulu seorang perempuan
identik dengan masalah kehidupan rumah tangga, merawat anak-anak di rumah atau
masalah dapur sedangkan sekarang sudah banyak perempuan yang bekerja di luar
rumah atau dikenal dengan istilah wanita karier. Hal tersebut tidak dapat
dipungkiri karena memang pada saat sekarang banyak perempuan yang terjun
mencari pekerjaan dalam berbagai bidang. Hal itu dapat terjadi karena adanya
istilah kesetaraan gender yang mempunyai arti bahwa baik itu perempuan ataupun
laki-laki sama-sama memiliki hak mendapatkan ilmu pengetahuan yaitu kesempatan bersekolah,
kesempatan pekerjaan dan dalam urusan memimpin.. Tujuan seorang perempuan
mencari pekerjaan salah satunya untuk membantu pasangan atau suami dalam
memenuhi kehidupan rumah tangga atau hanya memanfaatkan waktu senggang yang
dimiliki. Hal itu menyebabkan susahnya mencari lowongan pekerjaan karena jumlah
lapangan pekerjaan tidak sesuai dengan jumlah pekerja.
Profesi
yang pada umumnya biasa dilakukan oleh laki-laki sekarang sudah banyak yang
digeluti perempuan, meskipun jumlahnya tetap masih didominasi oleh laki-laki,
misalnya profesi keamanan atau satpam, dahulu merupakan pekerjaan yang
dilakukan oleh laki-laki namun sekarang sudah banyak dilakukan oleh perempuan.
Pekerjaan lainnya yang sudah digeluti oleh perempuan yaitu profesi insinyur,
jika perempuan biasanya berhubungan dengan hal-hal yang melibatkan keterampilan
namun profesi insinyur melibatkan kemampuan dalam bidang sains dan teknologi.
Bukan hanya profesi laki-laki yang dilakukan oleh perempuan namun pada saat
sekarang tidak sedikit profesi perempuan yang digandrungi oleh laki-laki dan
dijadikan sebagai sumber mata pencaharian atau bahkan menjadi pekerjaan tetap, contohnya
profesi perawat yang biasanya disetiap rumah sakit didominasi oleh perawat
perempuan namun sekarang profesi perawat juga dilakukan oleh laki-laki, selain
itu profesi chef atau koki yang sekarang sudah mulai didominasi oleh
laki-laki, berawal dari kesenangan atau hobi memasak namun kini menjadi
pekerjaan yang dijalani. Bahkan dalam dunia politik sekalipun perempuan dapat
ikut andil dalam masalah pemerintahan, contohnya seperti profesi presiden yang
pernah dijabat oleh yaitu Megawati Soekarno Putri sebagai presiden perempuan
pertama yang dapat memimpin negara tanpa terhalang karena bergender perempuan.
Sehingga permasalahan gender tidak menjadi masalah dalam menggapai profesi yang
diinginkan, karena perempuan dan laki-laki itu sama hanya dibedakan secara
kodrati atau yang bersifat pemberian Tuhan, seperti kemampuan perempuan yang
dapat melahirkan dan menyusui.
Meskipun
sekarang sudah banyak peran laki-laki yang dapat digantikan oleh perempuan atau
sebaliknya dan dalam pertukaran peran itu tentu terdapat batasan, namun disamping itu masih terdapat stereotif
masyarakat yang berpikiran negatif terhadap perempuan yang bekerja di luar
rumah ketimbang melakukan pekerjaan di rumah, apalagi jika pekerjaan yang
dilakukan tidak sesuai dengan pekerjaan yang biasa dilakukan oleh perempuan,
hal itu tentu akan menjadi perbincangan di masyarakat, karena pandangan setiap
individu tentunya berbeda-beda tergantung dari sudut pandang mana individu itu
menilai, tapi setiap individu juga memiliki hak untuk memilih profesi apa yang
ingin dilakukan. Kegiatan atau aktivitas perempuan yang bekerja di luar rumah
juga terkadang mendapatkan batasan, jika perempuan itu sudah mempunyai pasangan
hidup atau suami, hal itu juga timbul karena stereotif seorang perempuan yang
identik dengan masalah pekerjaan rumah tangga, sehingga tidak jarang seorang
suami yang melarang istrinya untuk bekerja atau memiliki profesi di luar
sebagai ibu rumah tangga. Hal itu dilakukan karena ketika seorang perempuan
memiliki profesi maka akan dituntut loyalitas terhadap perusahaan salah satunya
dengan mengorbankan waktu yang dimiliki demi tercapainya tujuan atau visi, misi
profesi yang dijalani. kecuali jika perempuan itu dapat memanage atau membagi
waktu dengan baik. Setiap individu tentu harus mempertimbangkan secara matang
konsekuensi yang akan dihadapi saat terjun dalam profesi apapun karena pasti
akan adanya pengorbanan yang dilakukan
Pandangan
setiap individu dalam menyikapi permasalahan mengenai profesi yang dikerjakan
seseorang tentu akan berbeda-beda, ada yang menilai positif bahkan berpikiran
sebaiknya atau menilai negatif. Pandangan masyarakat akan berbeda jika memiliki
pandangan pluralisme, yaitu suatu paham atau pandangan hidup yang mengakui dan
menerima adanya keanekaragaman yang terjadi salah satunya dari segi pemilihan
profesi yang dijalani seseorang, dengan adanya pandangan masyarakat yang
pluralisme maka akan terjalin hubungan yang saling toleransi dalam menjalani
kehidupan bermasyarakat dan tidak akan menimbulkan celaan dari masyarakat. Selain itu nilai-nilai pluralisme akan
menimbulkan sikap saling menghormati, menghargai, memahami, dan tenggang rasa terhadap setiap
individu masyarakat. Setiap individu bebas memilih apapun profesi yang ingin dilakukan
selama sesuai dengan kompetensi kemampuan yang dimiliki dan senang dalam
menjalani profesi yang dikerjakan.
-Fina N-
Gender Bukanlah Penghalang dalam Memilih Profesi
Reviewed by Unknown
on
April 16, 2018
Rating:
No comments: