Sebenarnya apa
sih yang terpikir dalam benak kalian saat mendengar kata hijrah? Apa sih
pengertian dari hijrah? Akhir-akhir ini banyak kalangan masyarakat yang
menyerukan kalimat “sekarang waktunya hijrah !” karena banyaknya ceramah
ustadz-ustadz gaul yang digemari masyarakat pada saat ini, seperti Ustadz Evie
Effendi, dan Ustadz Hanan Attaki yang selalu menyadarkan kepada masyarakat
untuk beranjak dari keburukan menuju kebaikan, sehingga tidak sedikit kalangan
masyarakat bahkan artis yang ikut untuk hijrah.
Menurut
www.muttaqin.id dalam halamannya, hijrah identik dengan kegiatan yang dilakukan
oleh Rasulullah SAW. Apa yang dimaksud dengan Hijrah? Pengertian Hijrah menurut
bahasa berarti meninggalkan, menjauhkan diri dan berpindah tempat. Seseorang
dikatakan hijrah jika telah memenuhi dua syarat, yaitu: pertama ada sesuatu
yang ditinggalkan dan kedua ada sesuatu yang dituju (tujuan). Dalam konteks
sejarah, pengertian hijrah adalah kegiatan perpindahan yang dilakukan oleh Nabi
Muhammad Saw. bersama para sahabat beliau dari Mekkah ke Madinah, dengan tujuan
mempertahankan dan menegakkan risalah Allah dan dakwah. Lalu bagaimana sih cara kita untuk hijrah?
Jika
kita sering melihat ceramah Ustadz Evie pasti kita selalu diajak kepada
masalalu kita dan dihubungkan dengan hukuman-hukuman yang akan terjadi di
dunia, seperti yang di kutip pada setiap ceramah ustad Evie “setiap orang
memiliki masa lalu yang kelam, yang menjadi catatan penting bagaimana ia
mengubah catatan itu menjadi bersih kembali” yang memiliki arti bahwa setiap
manusia pasti pernah melakukan kesalahan (dosa), dan ia harus berfikir
bagaimana ia menutupi kesalahannya dengan kebaikan sehingga kesalahan itu
terlihat kecil jika dibandingkan dengan kebaikan yang dilakukan.
Hijrah
itu bukan hanya perkara asal mengikuti orang lain yang hijrah, tetapi harus
muncul dari hati nurani dan kesadaran kita sendiri, sehingga proses hijrah yang
kita jalani tidak sia-sia atau tidak
akan kembali kepada sifat yang buruk. Kunci utama katika kita akan berhijrah
adalah kita harus mengingat bahwa kita akan meninggal dunia dan tidak tahu
kapan waktunya. Dengan hal tersebut, kita akan dibawa ke dalam ingatan-ingatan
masa lalu kita, tentang seberapa banyak dosa yang telah kita lakukan, seperti
ceramah ustadz Evie yang menceritakan bahwa dirinya pernah melukai perut temannya
menggunakan pisau cutter sehingga ia
di penjara selama tiga bulan, hingga ia mengibaratkan bahwa penjara itu
merupakan neraka dunia, dan ia tidak terbayang bagaimana keadaannya jika berada
di neraka akhirat. Kejadian tersebut yang membuat ia (Ustadz Evie effendi)
memilih jalan hijrah, karena ia percaya bahwa setiap orang suci memiliki masa
lalu, dan setiap pendosa memiliki masa depan. Begitu juga dengan Alm. Ustadz
Jefri yang dulunya mantan preman kemudian ia berhijrah sehingga ia kembali
kepada allah dalam keadaan yang baik.
Dalam
salah satu hadis menjelaskan bahwa “Seorang Muslim ialah orang yang Muslim
lainnya selamat dari gangguan lisan dan tangannya. Dan seorang muhajir (orang
yang berhijrah) adalah yang meninggalkan apa yang dilarang oleh Alloh.” (HR.
Bukhori dan Muslim).
Apakah
kita harus meninggalkan segalanya untuk berhijrah? Menurut saya hijrah itu
harus dilakukan ketika kita sudah benar-benar siap, dan kita memang harus sudah
siap untuk hijrah dalam keadaan apapun, dan hijrah bagi masyarakat biasa
seperti kita tidak perlu sulit seperti pada zaman nabi dahulu, tetapi bisa dilakukan
dengan hal-hal yang sederhana. Hijrah tidak bisa dilakukan dengan cara yang
instan, tetapi melalui proses demi proses. Seseorang yang berhijrah langsung
sepenuhnya tanpa melalui proses-proses, kecil kemungkinan hijrahnya akan terus
dilaksanakan, tetapi orang yang berhijrah secara perlahan meninggalkan apa yang
dilarang oleh allah pasti akan seterusnya melakukan kebaikan dan jangan lah
ragu untk meninggalkan sesuatu di jalan allah SWT, seperti pada hadist yang
lain "Sesungguhnya tidaklah Engkau meninggalkan sesuatu karena Allah,
kecuali Allah pasti akan menggantinya dengan yang lebih baik.” (HR Ahmad).
Hal
yang perlu di ingat, bahwa proses hijrah merupakan menjalankan segala urusan
yang allah SWT kehendaki dan menjauhi segala larangannya, jangan jadikan kata
hijrah untuk membuat suatu kejahatan seperti yang diberitai baru-baru ini
maraknya radikalisme yang beranggapan bahwa dirinya hijrah dan berjihad di
jalan Allah SWT, padahal hal tersebut tidak diajarkan dalam agama manapun.
Setiap agama selalu mengajarkan pada kebaikan tanpa adanya kejahatan.
Hijrah
itu datangnya dari hati, bukan asal mengikuti!, kita sebagai muslim yang baik
harus berhati-hati pada ajaran-ajaran yang kurang baik dan melenceng dari agama
yang sudah kita yakini. Kita sebagai
masyarakat modern harus pintar dalam mengambil segala keputusan, dan jangan
asal terbawa oleh suatu golongan yang mengatasnamakan agama untuk berhijrah
dengan cara yang salah, padahal Rassulullah sudah menjelaskan sejelas-jelasnya
pengertian dari hijrah itu sendiri agar kita tidak mudah terbawa oleh
golongan-golongan yang menyesatkan.
Akhir-akhir
ini gerakan hijrah selalu dikumandangkan melalui sarana media sosial (medsos)
yang tujuannya untuk menambah wawasan muslimin tentang arti hijrah yang
sebenarnya dan menjadikan teknologi itu sebagai media dakwah yang positif.
Ustadz evie pernah berkata ”apapun komunitasnya, yang terpenting frekuensinya,
yaitu ingat kepada allah”.
-HENDRIANA-
-HENDRIANA-
Hijrah Itu Dari Hati, Bukan Asal Mengikuti!
Reviewed by Unknown
on
April 21, 2018
Rating:
Reviewed by Unknown
on
April 21, 2018
Rating:

No comments: