Dr.(H. C) Ir. Tri Rismaharini, M. T, atau yang akrab disapa Risma
(lahir di Kediri, Jawa Timur, 20 November
1961; Umur 56 tahun) adalah Wali Kota Surabaya yang menjabat sejak 17
Februari 2016. Sebelumnya, ia pernah menjabat sebagai Wali Kota Surabaya pada
28 September 2010 sampai 28 September 2015. Beliau menepuh pendidikan SD Negeri
5 Kediri, SMP Negeri 10 Surabaya, SMU Negeri 5 Surabaya, S1 Arsitektur Institut
Teknilogi Sepuluh November, dan S2 Managemen Pembangunan Institut Teknologi
Sepuluh November. Risma adalah wanita pertama yang terpilih sebagai wali kota
Surabaya sepanjang sejarah. Risma juga tercatat sebagai wanita pertama yang
terpilih langsung menjadi wali kota melalui pemilihan kepada daerah sepanjang
sejarah demokrasi Indonesia di era reformasi dan merupakan kepala daerah
perempuan pertama di Indonesia yang berulang kali masuk dalam daftar pemimpin
terbai dunia. Melalui pemilihan langsung, Risma menggantikan Bambang Dwi
Hartono yang kemudian menjabat sebagai wakilnya. Pasangan Risma-Bambang diusung
oleh PDI-P dan memenangi pilkada Surabaya 2010 dengan perolehan suara 358.187
suara. Pasangan ini dilantik pada tanggal 28 September 2010 oleh Gubernur Jawa
Timur Soekarwo dalam siding palipurna DPRD kota Surabaya. Namun ditengah masa
jabatan, Bambang D. H. Mengundurkan diri pada 14 Juni 2013 karena maju sebagai
calon Gubernur Jawa Timur 2013. Pasca pengunduran diri Bambang, Riama
didampingi oleh Wisnu Sakti Buana.
Setelah Risma
menjabat menjadi Wali Kota Surabaya, Surabaya telah mengalami banyak perubahan.
Kota Surabaya menjadi tertata, lebih hijau, asri dan bersih. Taman-taman kota
yang dibangun oleh Risma antara lain taman Bungkul yang terletak di Jalan Raya Darmo. Taman tersebut memiliki
konsepall in one entertainment park, selain itu terdapat beberapa taman lain
seperti taman yang terletak di Bundara Dolog, taman buah Undaan dan taman di Bawean. Selain itu, Risma telah membangun
jalur pedestrian dengan konsep modern.
Sebelum menjadi
wali kota, Risma menjabat sebagai Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP)
kota Surabaya (Bappeko) hingga tahun 2010. Risma menitik karir sebagai seorang
Pegawai Negeri Sipil (PNS) kota Surabaya sejak decade 1990-an.
Pada pertengahan tahun 2014, tepatnya pada acara peringatan Hari
Pendidikan Nasional dan Hari Otonomi Daerah, Risma mendeklarasikan kota
Surabaya sebagai kota Literasi. Ia mendoromg warganya untuk rajin membaca
karena ia percaya kota yang maju adalah kota yang berliterasi. Risma juga
memperbanyak fasilitas perpustakaan dan taman bacaan di Surabaya agar warganya
semakin rajin membaca. Usaha risma pun tidak sia-sia. Sebaiknya, banyak sekali
yang mengapresiasi uasaha Risma tersebut seperti contohnya IKAPI. Setelah
memantau aktivitas anak-anak dan masyarakat Surabaya di sekolah-sekolah dan di
taman baca masyarakat (TBM), IKAPI memutuskan untuk menganugerahi Risma
penghargaan Penggerak Budaya Literasi yang disahkan di Balai Kota Surabaya pada
akhir tahun 2010 silam. Selain itu, Risma mendapat sejumlah penghargaan dari
berbagai kategori. di antaranya pada tahun 2014 Risma mendapat penghargaan
“Mayor of the Month” dan di tahun 2015 menjaji Wali Kota terbaik ke-3 di Dunia.
Bahkan pada pemilihan wali kota berikutnya ia kembali menang untuk periode
2015-2020.
Walaupun segudang
prestasi yang diraihnya, tapi masih saja ada pihak yang tidak mengharapkan
Risma untuk memimpin. Pada tanggal 31 Januari 2011, Ketua DPRD Surabaya Whisnu
Wardhana memanfaatkan hsk angketnya untuk menurunkan Risma dari posisinya
sebagai wali kota. Dirinya beralasan bahwa Risma sudah melanggar Peraturan
Menteri Dalam negeri (Permendagri) No. 16/2006 menyangkut prosedur penyusunan
hokum daerah & Undang-Undang No. 32 tahun 2004 yang sudah diubah bersama
Undang-Undang Nomer 12 tahun 2008.
Beliau dianggap melanggar dikarenakan dia tidak melibatkan Unit Kerja
Piranti Daerah (SKPD) dalam membahas ataupun menyusun Peraturan Wali Kota
Surabaya (Perwali) No . 57 berkaitan perhitungan sewa reklem terbatas di
kawasan kusus kota Surabaya yang menaikkn pajak reklame 25%.
-Shinta Y-
-Shinta Y-
Profil Ir. Tri Rismaharini, M.T
Reviewed by Unknown
on
January 25, 2018
Rating:
Reviewed by Unknown
on
January 25, 2018
Rating:

No comments: